Definisi Bisnis, Tujuan Bisnis dan Faedah Bisnis

By | 3 November 2016
Definisi Bisnis, Tujuan Bisnis dan Faedah Bisnis

Definisi Bisnis berdasarkan Musselman merupakan kesemua dari kegiatan yang diorganisir oleh individu yang tidak berurusan di dalam aspek industri dan perniagaan yang memfaslitasi barang dan jasa biar terpenuhinya suatu keperluan dalam perbaikan mutu hidup.

berbasikkan Hooper, definisi Bisnis merupakan kesemua yang lengkap pada berbagai aspek seperti industri dan penjualan, industri basik dan industri manufaktur dan jaringan, distribusi, perbankkan, transportasi, insuransi dan lain sebagainya; yang lalu melayani dan memasuki dunia bisnis secara kesemua.

Peterson dan Plowman mengemukakan definisi Bisnis merupakan serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan pembelian ataupun penjualan barang dan jasa yang dilakukan secara berulang-ulang. berbasikkan paterson dan plowman, penjualan jasa ataupun barang yang hanya terjadi satu kali saja bukanlah merupakan definisi bisnis.

definisi Bisnis berbasikkan Owen merupakan suatu perusahaan yang berhubungan dengan distribusi dan produksi barang-barang yang nantinya dijual ke pasaran ataupun memberikan harga yang sesuai pada setiap jasanya.

berbasikkan Hunt dan Urwick, definisi Bisnis ialah segala perusahaan apapun yang membikin, mendistribusikan ataupun memfaslitasi berbagai barang ataupun jasa yang diperlukan oleh anggota publik lainnya serta bersedia dan sanggup dalam membeli atau membayarnya.

L.R.Dicksee mengemukakan bahwa definisi Bisnis yaitu suatu bentuk dari kegiatan yang utamanya bertujuan dalam memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakan atau yang berkepentingan di dalam terjadinya kegiatan tersebut.
| Tujuan Bisnis dan Manfaat Bisnis |

Tujuan bisnis suatu perusahaan bisa kita tampak dari berbagai macam kepentingan, baik owner, pesaing, supplier, karyawan, konsumen, publik umum, maupun pemerintah.

Pada umumnya tujuan bisnis didirikan tidak hanya profit oriented semata, tapi secara kesemua tujuan bisnis didirikan meliputi :
(1) Profit,
(2) Pengadaan barang atau jasa,
(3) Kesejahteraan bagi pemilik faktor produksi dan publik,
(4) Full employment,
(5) Eksistensi perusahaan dalam jangka panjang (waktu yang lama),
(6) Kemajuan dan pertumbuhan,
(7) Prestise dan prestasi.

Proses pencapaian tujuan bisnis melalui pengelolaan sumber daya ekonomi secara optimal bagi para pemilik sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi dan publik pada umumnya. Para pemegang atau pemilik faktor-faktor produksi ini memperoleh manfaat dan nilai ekonomi secara layak.

Bertitik tolak pada usaha pencapaian tujuan-tujuan tersebut, maka tentunya proses pencapaian tujuan bisnis melalui pengelolaan sumber daya ekonomi secara optimal harus dilakukan dengan memperhatikan kepentingan dan kemanfaatan bagi para pemilik sumber daya ekonomi atau pemilik faktor-faktor produksi dan publik pada umumnya.

Tercapainya tujuan bisnis akan bersifat langgeng (lebih bersifat jangka panjang) kalau didukung secara inclusif tercapainya tujuan para pihak yang terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut. Misalnya pihak tenaga kerja, supplier bahan, pemilik modal dan pihak-pihak eksternal lainnya.

Dengan demikian, etika bisnis meliputi kesemua proses manajemen perusahaan mengenai pengelolaan sumber daya ekonomi di mana para pemilik sumber daya ekonomi ini sama-sama memperoleh manfaat secara ekonomi yan layak. Di samping itu, publik memperolehkan manfaat sosial yang positif dengan adanya pemberdayaan sumber daya ekonomi tersebut. Bagi para pemilik sumber daya ekonomi tentunya manfaat tersebut diukur dengan ukuran ekonomi dan sosial yang layak.

Bagi publik yang berada di sekitar perusahaan juga memperoleh manfaat ekonomi dan manfaat sosial dengan adanya perusahaan yang berdiri di publik. Secara sistematik kelayakan ukuran alokasi sumber daya ekonomi bagi pemilik sumber daya ekonomi harus ditampak dari peran yang diberikan oleh masing-masing pihak pemilik secara adil dalam proses pembentukan atau informasi nilai ekonomi yang dibentuk oleh sistem bisnis yang berlaku di publik.

Tinggalkan Balasan